Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.
![]() |
| Https://smartstore.oomph.co.id |
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu.
Semoga kita semua terjaga kesehatannya, okay teman-teman kini saya akan membahas mengenai wawancara dan reportase tunda di televisi. Yaitu mulai dari pengertian sampai fungsi, baik mari kita mulai pembahasannya.
Pengertian Wawancara.
Menurut Asep Syamsul, wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan bahan berita (data atau fakta). Proses wawancara dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara langsung (face to face) atau secara tidak langsung.
Dalam televisi ataupun radio banyak sekali kita jumpai acara yang berbentuk wawancara. Dalam melakukan wawancara, dibutuhkan seorang pewawancara yang dapat memposisikan dirinya untuk mewakili khalayak. Hal ini berarti, daftar pertanyaan tersebut yang diajukan kepada sumber berita dapat memancing jawaban, dimana jawaban tersebut merupakan informasi yang bener-benar tepat dan bersumber dari masyarakat sendiri.
Semoga kita semua terjaga kesehatannya, okay teman-teman kini saya akan membahas mengenai wawancara dan reportase tunda di televisi. Yaitu mulai dari pengertian sampai fungsi, baik mari kita mulai pembahasannya.
Pengertian Wawancara.
Menurut Asep Syamsul, wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan bahan berita (data atau fakta). Proses wawancara dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara langsung (face to face) atau secara tidak langsung.
Dalam televisi ataupun radio banyak sekali kita jumpai acara yang berbentuk wawancara. Dalam melakukan wawancara, dibutuhkan seorang pewawancara yang dapat memposisikan dirinya untuk mewakili khalayak. Hal ini berarti, daftar pertanyaan tersebut yang diajukan kepada sumber berita dapat memancing jawaban, dimana jawaban tersebut merupakan informasi yang bener-benar tepat dan bersumber dari masyarakat sendiri.
Fungsi Wawancaran.
Dalam sebuah proses wawancara tentu ada yang mewawancarai dan ada pula yang diwawancarai. Karena dalam proses tersebut bertujuan untuk menanyakan hal-hal yang membutuhkan informasi yang benar dan tepat.
Pengertian Reportase.
peliputan berita juga dapat dilakukan dengan reportase. Reportase adalah kegiatan jurnalistik berupa meliput langsung ke lapangan, ke “TKP” (tempat kejadian perkara). Jadi seorang wartawan harus terjun langsung ke tempat terjadinya suatu perkara untuk mencari fakta dan mengumpulkan data mengenai peristiwa yang terjadi.
Dalam buku Jurnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi, Fajar Junaedi menyebutkan bahwa Reportase adalah kegiatan meliput berita dari narasumber, kemudian ditulis dalam naskah berita atau dilaporkan kepada pemirsa.
Dalam hal ini, fakta dan data yang dikumpulkan harus memenuhi unsur-unsur berita, yakni 5W+1H. Kemudian peristiwa tersebut juga bernilai jurnalistik atau bernilai berita, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Reportase bersifat sistematis dan kronologis. Sebelum melakukan reportase, tentu terdapat naskah yang harus disiapkan. Naskah tersebut berisi hal-hal penting yang nantinya akan disampaikan untuk melaporkan berita, dan reporter perlu mempersiapkan diri serta mencari bahan-bahan reportase yang berkaitan Dalam melaporkannya, reporter tinggal mengombinasikan peristiwa yang terjadi dengan referensi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Dalam sebuah proses wawancara tentu ada yang mewawancarai dan ada pula yang diwawancarai. Karena dalam proses tersebut bertujuan untuk menanyakan hal-hal yang membutuhkan informasi yang benar dan tepat.
Pengertian Reportase.
peliputan berita juga dapat dilakukan dengan reportase. Reportase adalah kegiatan jurnalistik berupa meliput langsung ke lapangan, ke “TKP” (tempat kejadian perkara). Jadi seorang wartawan harus terjun langsung ke tempat terjadinya suatu perkara untuk mencari fakta dan mengumpulkan data mengenai peristiwa yang terjadi.
Dalam buku Jurnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi, Fajar Junaedi menyebutkan bahwa Reportase adalah kegiatan meliput berita dari narasumber, kemudian ditulis dalam naskah berita atau dilaporkan kepada pemirsa.
Dalam hal ini, fakta dan data yang dikumpulkan harus memenuhi unsur-unsur berita, yakni 5W+1H. Kemudian peristiwa tersebut juga bernilai jurnalistik atau bernilai berita, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Reportase bersifat sistematis dan kronologis. Sebelum melakukan reportase, tentu terdapat naskah yang harus disiapkan. Naskah tersebut berisi hal-hal penting yang nantinya akan disampaikan untuk melaporkan berita, dan reporter perlu mempersiapkan diri serta mencari bahan-bahan reportase yang berkaitan Dalam melaporkannya, reporter tinggal mengombinasikan peristiwa yang terjadi dengan referensi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Fungsi Reportase.
Dari beberapa definisi reportase dan teknik reportase yang penulis temukan dari beberapa referensi buku, penulis menemukan beberapa fungsi yang dirangkum sebagai berikut :
1. Sebagai sumber berita.
Reportase dapat berfungsi sebagai sumber berita bagi khalayak. Karena dilihat dari definisinya sendiri sudah jelas bahwa reportase ini melporkan kejadian langsung dari tempat kejadian perakara yang nantinya akan disiarkan secara langsung atau siaran tunda. Dengan reportase, khalayak dapat menyaksikan secara jelas dari tempat kejadian langsung meskipun hanya melalui media. Menjelaskan dan melaporkan apa yang dilihat dan apa yang terjadi dilokasi kejadian
Sebagaimana definisi dalam penjelasan pada poin sebelumnya bahwa reportase merupakan melaporkan berita langsung dari tempat kejadian. Maka reportase ini berfungsi menjelaskan sekaligus melaporkan kepada khalayak terkait peristiwa ataupun acara yang berlangsung di suatu tempat.
Reportase dapat berfungsi sebagai sumber berita bagi khalayak. Karena dilihat dari definisinya sendiri sudah jelas bahwa reportase ini melporkan kejadian langsung dari tempat kejadian perakara yang nantinya akan disiarkan secara langsung atau siaran tunda. Dengan reportase, khalayak dapat menyaksikan secara jelas dari tempat kejadian langsung meskipun hanya melalui media. Menjelaskan dan melaporkan apa yang dilihat dan apa yang terjadi dilokasi kejadian
Sebagaimana definisi dalam penjelasan pada poin sebelumnya bahwa reportase merupakan melaporkan berita langsung dari tempat kejadian. Maka reportase ini berfungsi menjelaskan sekaligus melaporkan kepada khalayak terkait peristiwa ataupun acara yang berlangsung di suatu tempat.
2. Segi Definisi.
Reportase merupakan pelaporan peristiwa atau acara yang dilaporkan secara langsung dari tempat kejadian peristiwa. Reportase dapat disiarkan dengan siaran langsung maupun tunda. Sedangkan berita merupakan uraian tentang peristiwa dan atau pendapat yang mengandung nilai berita, dan sudah disajikan melalui media massa periodik.
3. Segi Fungsi.Reportase merupakan pelaporan peristiwa atau acara yang dilaporkan secara langsung dari tempat kejadian peristiwa. Reportase dapat disiarkan dengan siaran langsung maupun tunda. Sedangkan berita merupakan uraian tentang peristiwa dan atau pendapat yang mengandung nilai berita, dan sudah disajikan melalui media massa periodik.
Reportase berfungsi menjelaskan atau melaporkan apa yang dilihat dilokasi kejadian, sedangkan berita berfungsi menginformasikan fakta yang timbul sebagai akibat adanya suatu peristiwa dan atau pendapat.
Siaran tunda yaitu kebalikannya dari siaran langsung. Jika siaran langsung dapat dilihat dan disaksikan secara langsung, pada siaran tund, hasil reportase tidak disiarkan secara langsung kepada khalayak, tetapi direkam dulu dalam pita tape. Dan nantinya akan disiarkan sesuai waktu yang sudah direncanakan. Dengan demikian, kesalahan-kesalahan yang terjadi pada reporter ataupun kesalahan yang lain akan diperbaiki, sehingga dapat ditayangkan dengan maksimal.
Mungkin hanya sedikit materi yang saya sampaikan tentang wawancara dan reportase tunda di televisi, sekian dan terimakasih 😊
mu'alaikum warahmatullahi wabarokatu.
TEHNIK WAWANCARA DAN REPORTASE
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin, 23 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar