Rabu, 13 Mei 2020

PRODUKSI SIARAN RADIO KUIS (Produksi Siaran Radio)

PRODUKSI SIARAN RADIO KUIS.
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.


https://m.kaskus.co.id.com

    RADIO siaran swasta atupun yang ber-plat merah sudah lama digunakan sebagai sarana promosi bagi banyak perusahaan. Bentuknya bermacam, mulai dari berita, iklan, wawancara khusus, talkshow, siaran langsung hingga kuis yang menjanjikan hadiah. Hadiah mulai dari produk hingga uang tunai adalah iming-iming agar mendapat perhatian dari pendengar radio. Karena bersifat promosi, biasanya hadiah diberikan dengan syarat yang sangat mudah, misalnya pendengar menelepon, bertanya atau diminta menjawab kuis lalu mendapat hadiah. Nah untuk itu kita akan terfokus untuk membahas kuis di radio.
    Morissan menjelaskan definisi permainan (game show) sebagai “program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu maupun kelompok yang saling bersaing untuk memenangkan suatu bentuk permainan.” Program 5 permainan biasanya membutuhkan biaya produksi yang relatif rendah namun dapat menjadi acara yang sangat digemari(Morissan, 2008: 217). Quiz show menurut Morissan merupakan salah satu bentuk program permainan yang paling sederhana. Sejumlah peserta bersaing menjawab sebuah pertanyaan. Permainan ini menekankan intelektualitas. Peserta yang dilibatkan bisa berasal dari berbagai kalangan.
      Program kuis harus diselenggarakan dengan adil. Aturan harus diberitahukan secara terbuka dan jelas pada khalayak. Morissan mengatakan, “tidak boleh ada peserta yang sudah terlebih dahulu menerima informasi tentang pertanyaan yang akan diajukan. Dengan atau tanpa sponsor, stasiun radio harus bertanggung jawab atas semua kuis dan undian berhadiah yang disiarkan” (Morissan, 2008: 317) Jika menggunakan fasilitas telepon atau SMS, tarif pulsa yang dikenakan juga harus diberitahukan dengan jelas.
Syarat lain dari program kuis adalah: tidak mengandung bahaya bagi partisipan, dan hadiah yang spesifik. Publik tidak boleh sampai salah paham terhadap hadiah yang akan diperoleh dari kuis tertentu. Termasuk kejelasan tentang yang berikut ini: prosedur masuk, persyaratan, tenggat waktu, kapan atau apakah hadiah dapat dimenangkan, nilai hadiah, prosedur pemberian hadiah, kriteria pelanggaran prosedur; publik berhak mengetahui semuanya sebelum mengikuti program kuis tertentu.









PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 1 April 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1





PRODUKSI SIARAN DONGENG (Produksi Siaran Radio)

PRODUKSI SIARAN DONGENG.
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.


https ://rumahliterasisumenep.org.com


A. Pengertian Dongeng.
     Dongeng merupakan bentuk karya sastra lama yang bercerita mengenai sesuatu kejadian yang sanggat luar biasa, dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang dismpaikan secara turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyamapaikan ajaran moral untuk medidikserta menghibur.
B. Dongeng di Radio.
     Seorang pendongeng yang ada di radio maupun di media lainnya mampu menyampaikan atau memerankan banyak karakter, serta mengemas sebuah dongeng sehingga dapat menghibur sekaligus menyampaikan sebuah pesan atau sebuah informasi, serta edukasi bagi para penikamatnya. Pada dasarnya dongeng di radio adalah ragam progam yang ada di dalam radio tersebut, seperti contohnya di Radio Rasilima FM.
C. Contoh Radio Daerah Yang Mempunyai Progam Dongeng.
     Radio siaran pada dasarnya sebagai salah satu alat penyampai pesan kepada khalayak dengan jangkauan yang luas untuk dijadikan sebuah pengetahuan dan kemajuan dalam mengikuti perkembangan zaman. Karena pesan yang disampaikan radio bersifat umum, serempak, sasaran pada khalayak secara heterogen dan komunikator melembaga serta proses berlangsung satu arah.

1. Memperkenalkan Kaidah Tutur.
    Bahasa Lisan Sunda Dan Sastra Sunda Pada PendengarMedia massa salah satunya radio mempunyai peranan sebagai media pelestari kebudayaan salah satunya bahasa daerah. Karena radio berperan sebagai media memelihara, memperluas, dan melancarkan kebudayaan. Dengan adanya program ini Mang Jaya bisa menjelaskan bagaimana cara bertutur yang sesuai dengan kaidah bahasa Sunda, karena kata-kata dalam bahasa Sunda beragam, dan bahkan ketika kita mengucapkan kata yang tujuannya baik, tapi karena tata letak dan bahasanya tidak sesuai dengan kaidah yang ada dalam bahasa Sunda, maka mengartikannya pun akan berbeda.
Seperti pengalaman beliau ketika bertemu dalam sebuah acara dengan salah satu pendengarsetia program acara dongeng Enteng Mang Jaya. Secara tidak langsung adanya program dongeng tersebut mengajarkan pendengar bagaimana tata bahasa Sunda yang benar dan sesuai kaidah bahasa Sunda, karena model penyajian dalam dongeng tersebut berbentuk percakapan. Sehingga pendengar diberikan contoh tata bahasa yang seharusnya mereka ucapkan ketika berkomunikasi yakni menggunakan undak usuk bahasa (tata cara bahasa hormat).
Karena di dalam bahasa Sunda tutur kata Sunda untuk diri sendiri, kepada orang
lain, dan kepada teman sebaya itu berbeda. Sehingga dengan adanya dongeng ini
memberikan penerangan atau penjelasan bagi pendengar program acara dongeng
enteng Mang Jaya.

2. Sebagai Media Pendidikan.
     Program acara dongeng enteng Mang Jaya juga berperan sebagai media pendidikan bagi pendengarnya karena dari setiap dongeng yang diceritakan selalu mempunyai amanat atau nasihat yang disampaikan kepada para pendengarnya. Agar pendengar bisa mengambil hikmah dalam isi dongeng yang disampaikan, sehingga di samping sebagai hiburan, dongeng pun bisa dijadikan sebagai media pengetahuan dan pendidikan serta menjadi bahan renungan pendengar mengenai gambaran kehidupan yang kita jalani, sehingga tidak menyalahi aturan agama dan negara. memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendengar, dalam hal menggunakan hak mereka, untuk mendapatkan hiburan dan informasi berupa penerangan dan pendidikan. Jika dilihat dalam kacamata dakwah bawa pada program dongeng enteng Mang Jaya bisa dijadikan pula sebagai media dakwah, hal tersebut bisa kita dengar dari dongeng yang disampaikan yang mengandung nasihat atau amanat, isi tersebut bisa dikatakan pesan dakwah.


3. Pemilihan Waktu Siaran.
    Pemilihan waktu tayang dongeng Enteng Mang Jaya disesuaikan dan diarahkan agar bisa menarik khalayak yang banyak. Maka dalam hal ini programer harus merancang dan menganalisa bagaimana program tersebut bisa didengar oleh semua kalangan.
Penting sekali untuk dijadikan pemikiran oleh penta acara siaran, karena pendengar pada waktu-waktu tertentu, berbeda-beda kebiasaannya dalam kehidupan sehari- hari. Agar dongeng Enteng Mang Jaya ini bisa didengar oleh semua kalangan, maka penempatan waktu dipilih pada sore dan malam hari, pada pukul 15.00 – 16.00 WIB, dinamakan Dongeng Enteng Pasosore dan pada pukul 20.00 – 21.00 WIB, dinamakan Dongeng Enteng Mang Jaya wengi. Program siaran dongeng ini sangat cocok didengarkan saat santai atau waktu istirahat para pendengar setelah seharian melaksanakan aktivitas.






 PRODUKSI SIARAN RADIO
 Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
 Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
 Rabu, 25 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1



PRODUKSI SIARAN DRAMA RADIO (Produksi Siaran Radio)

PRODUKSI SIARAN DRAMA RADIO
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.

 
https://id.m.wikipedia.org.com


A. Pengertian Drama.
     Drama merupakan salah satu dari bentuk karya sastra yang menggambarkan atau mengilustrasikan kehidupan dengan menyampaikan konflik dengan melalui dialog. Didalam sebuah drama terdapat unsur intrinsik, yakni unsur yang membangun sebuah karya sastra terdapat di dalamnya. Dan drama diperankan lebih dari satu orang.
B. Jenis-jenis Drama.
     Dengan beerdasarkan penyajian lakon, drama tersebut dapat dibedakan menjadi delapan (8) jenis, diantaranya sebagai berikut:
  1. Tragedi, merupakan sebuah drama yang penuh dengan kesedihan
  2. Komedi, merupakan sebuah drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
  3. Tragekomedi, merupakan sebuah perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  4. Opera, merupakan sebuah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  5. Melodrama, merupakan sebuah drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
  6. Farce, merupakan sebuah drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
  7. Tablo, merupakan sebuah jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  8. Sendratari, merupakan sebuah gabungan antara seni drama dan seni tari.

C. Drama di Radio.
     Adalah sebuah drama radio yang mana tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat. Drama Radio adalah sebuah pertunjukan drama yang murni mengandalakan tampilan suara dan akustik yang disiarkan di radio atau media suara lainnya seperti kaset dan CD. Karena tidak mengandung komponen visual, drama radio mengandalkan dialog, musik dan efek suara untuk membantu para pendengar membayangkan penokohan dan jalan cerita. Drama Radio mendapatkan popularitas yaitu pada tahun 1920an, yang diana pada tahun tersebut drama radio sangat di gemari oleh halayak, bahkan pada tahun 1940an, drama radio menjadi pemimpin dalam dunia hiburan internasional.
     Akan tetapi dengan munculnya media televisi pada tahun 1950an, membuat drama radio semakin tidak di minati bahkan pada era sekarang khalayak jarang sekali mendengarkan drama di radio. Namun, di negara-negara lain tradisi Drama Radio masih bisa ditemui, di Inggris misalnya, masih memproduksi Sandiwara Radio yang digalakan oleh perusahaan berita BBC. Rekaman-rekaan dari radio tersebut kemudian disiarkan di berbagai stasiun radio seperti Radio 3, Radio 4, dan BBC Radio 7.








PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 18 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1


PERENCANAAN SIARAN RADIO HARIAN (Produksi Siaran Radio)

PERENCANAAN SIARAN RADIO HARIAN
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.




https://radiokitafm.com


A. Perencanaan.
     Perencanaan (planning) mencakup kegiatan penentuan tujuan (objectives) media penyiaran serta mempersiapkan rencana dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. dalam sebuah perencanaan harus diputuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya”. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Perencanaan siaran secara umum melahirkan kebijakan umum tentang begaimana mengatur alokasi waktu dan materi siaran dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Bagian program bertanggung jawab untuk mendapatkan program serta menentukan waktu jam penayangan program. 

B. Pembagian waktu siaran.
     Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas perilaku audien, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan untuk menonton televisi atau mendengarkan radio pada jam tertentu. Pada prinsipnya siaran radio dan televisi harus dapat menemani aktivitas apa pun. Aktivitas audien pada umumnya memiliki pola yang sama pada setiap bagian hari, apakah pagi, siang atau malam hari. Programmer menyusun jadwal acara berdasarkan ktivitas audien ini.

C. Strategi Penayangan.
     Bagian program suatu media penyiaran harus menyadari suatu prinsip dasar dalam mengelola program siarannya bahwa setiap menit dalam setiap hari waktu siaran memiliki perhitungan sendiri. Program siaran tidak hanya bersaing dengan program siaran sejenis tetapi juga dengan media lainnya. Program siaran juga harus bersaing dengan waktu makan, membaca buku, dan kegiatan pribadi lainnya yang dilakukan audien dirumah atau dimana saja.
      Salah satu strategi agar audien tidak pindah saluran adalah dengan menampilkan cuplikan atau bagian dari suatu acaran yang bersifat paling dramatis, mengandung ketegangan, menggoda dan memancing rasa penasaran yang hanya bisa terjawab atau terpecahkan jika tetap mengikuti saluran itu. Dengan strategi ini, audien diharapkan tidak akan pindah saluran jika ia tidak ingin berisiko kehilangan momen atau gambar yang menimbulkan rasa penasarannya itu.
        Strategi lainnya adalah dengan tetap mempertahankan program-program yang berhasil pada posisinya yang sekarang. Audien umumnya sudah terbiasa dengan jadwal program yang menjadi kegemarannya. Perubahan jadwal program akan membingungkan audien dan bahkan program itu dapat kehilangan audiennya.

Contoh jadwal siaran radio   
05.00-07.00 WIB     : Siraman rohani
07.00-09.00 WIB      : In Tips (informasi dan Tips), memadukan informasi dan    musik hits
09.00-11.00 WIB     : Goyang asoy
11.00-13.00 WIB     : In Tips Siang
13.00-15.00 WIB     : Pak Tejo (paket Tembang Jowo)
15.00-17.00 WIB     : In Tips Sore
17.00-18.00 WIB     : Religi Islam
18.00-20.00 WIB     : Sembari (Request Pop Indonesia)
20.00-22.00 WIB     : Kendang Malam
22.00-24.00 WIB     : Bianglala (Manca dan Indonesia)







PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 11 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F4

Minggu, 10 Mei 2020

PRODUKSI SIARAN RADIO KOMUNITAS (Produksi Siaran Radio)

PRODUKSI SIARAN RADIO KOMUNITAS.
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.



https://romeltea.com


    Radio Komunitas adalah lembaga layanan nirlaba yang dimiliki dan dikelola oleh komunitas tertentu, umumnya melalui yayasan atau asosiasi. Tujuannya adalah untuk melayani dan memberikan manfaat kepada komunitas dimana lembaga penyiaran tersebut berada. Radio komunitas adalah stasiun radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Radio komunitas sering juga disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan atau radio alternatif.
     Latar belakang pendirian radio komunitas adalah untuk sosial ekonomi atau pengembangan komunitas (masalah, kebutuhan, & potensi) bukan untuk memperoleh keuntungan. Tujuan/prioritas utama pihak penerima manfaat adalah untuk komunitas dan sasaran siaran untuk Komunitas Lokal bukan untuk seluas-luasnya. Strategi pendanaan dari peranserta komunitas, sumbangan (pihak lain yang tidak mengikat) dan program siaran kerjasama sesuai kepentingan komunitas. Staffing radio komunitas bisa dari relawan dan untuk kaderisasi bukan karyawan professional.
     Dilihat dari aspek sejarah pendiriannya, radio komuitas memiliki dua tipe. Pertama, yaitu radio yang didirikan dari sekelompok orang atau individu yang memiliki hobi memainkan alat-alat komuniaksi. Karena peralatan yang dibutuhkan cukup mudah dirakit, maka sebuah radio akan cepat berdiri dan siarannya dapat didengarkan untuk jangkauan 2-10 km. yang kedua, adalah radio yang berdiri atas inisiasi LSM atau organisasi non pemerintah yang bekerja ditingkat lokal masyarakat.
     Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 setelah dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Menurut UU tersebut disebutkan bahwa Lembaga Penyiaran Komunitas merupakan lembaga penyiaran yang berbadan hukum Indonesia, didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen, tidak komersial, daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas serta untuk melayani kepentingan komunitasnya.
      Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam organisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (Jirak Celebes), Forum Radio Kampus Bandung, dan lainnya. Radio komunitas yang tersebar hampir di seluruh pelosok tanah air ini telah diatur dan bekerja pada frekuensi FM atau kanal 106, 107, 108. Secara umum radio komunitas memiliki ciri:
  1. Tujuan, dalam hal ini untuk menyediakan berita dan informasi yang relevan dengan kebutuhan anggota komunitas, menyediakan medium untuk berkomunikasi anggota komunitas dan untuk menguatkan keberagaman politik.
  2. Kepemilikan dan control, dibagi diantara warga, pemerintahan lokal dan organisasi kemasyarakatan.
  3. Isi, siaran radio diproduksi dan diorientasikan untuk kepentingan lokal.
  4. Produksi, melibatkan tenaga nonprofesional dan sukarelawan.
  5. Distribusi. Melalui udara, kabel, dan jaringan elektronik.
  6. Audien. Biasanya tertentu seperti dibatasi wilayah geografis.Didorong oleh semangat kebersamaan dan kemaslahatan komunitas, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Serta memperlancar terjadinya penyelesaian masalah.
  7. Pembiayaan. Secara prinsip non komersial, walaupun secara keseluruhan meliputi juga sponsor perusahaan, iklan, dan subsidi pemerintah.                

Refrensi : warudin. 2010. Strategi Penyiaran Radio Komunitas dalam Memperoleh Pendengar. Yogyakarta.






PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 04 Maret 2020/Jam ke-3/F6.

RAGAM PROGAM SIARAN RADIO (Produksi Siaran Radio)

RAGAM PROGRAM SIARAN RADIO
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.




Https ://romelteamedia.com


Okay teman-teman untuk kali ini saya akan membah mengenai ragam progam siaran radio.
Jenis-jenis Progam Siaran Radio, Secara garis besar Program Siaran radio terdiri dari Music Program, Talkshow dan News Program. Meski demikian pada prakteknya suatu program siaran biasanya merupakan kombinasi (mix) dari 2 atau 3 jenis siaran tersebut.

Music Program – Program yang menyiarkan musik untuk menghibur pendengar. Biasanya dibuat format sesuai jenis musiknya dan jarang sekali dicampur untuk berbagai jenis musik. Misalnya siaran khusus untuk musik keroncong, pop, jass, dangdut, campursari, barat, Indonesia dan sebagainya. Secara umum siaran program musik dirancang dengan format : kontak / bicara dg pendengar; menyuguhkan musik; selingan iklan dan dilanjutkan pemutaran lagu berikutnya. Judul lagu biasanya sudah ditetapkan dan disiapkan oleh penyiar sebelumnya. Dengan perkembangan yang ada sekarang ini dirancang lebih memperhatikan pendengarnya yaitu dirancang format pilihan pendengar, bahkan dirancang format siaran interaktif antara penyiar dan pendengar melalui komunikasi telepon dan radio.

Talkshow – Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon. Dalam ini telah dikembangkan menjadi program diskusi interaktif yang melibatkan narasumber dan peserta baik yang ada di dalam studio maupun pemirsa di rumah. Penyiar dalam hal ini bertindak sebagai pemandu acara dan bahkan sebagai moderator. Oleh karena itu harus dilakukan oleh penyiar yang memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang tema/masalah yang dibicarakan, mampu mengelola waktu yang tersedia dan mampu mendistribusikan secara adil dan merata serta mampu membuat kesimpulan. Talkshow umumnya didisain dengan format : Pembukaan yang diisi dengan perkenalan narasumber maupun peserta; sesi/segmen pertama yang mengupas subtema pertama; jeda untuk iklan, selingan; sesi/segmen kedua yang mengupas subtema kedua; jeda iklan, selingan dan seterusnya sampai selesai dan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan salam.

Program News terdiri dari: Buletin (Paket berita) – Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) –bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti biasa.
Selain itu, dikenal pula dua macam program siaran :
  1. Program Leguler yaitu program rutin suatu radio yang sifatnya daily program atau weekly program. Dengan konten program tetap yang memiliki ciri berbeda dari masing-masing program reguler yang ada, hadir dengan line interaktif terhadap pendengarnya, dengan format bebas (single DJ ataupun DJ Shows "dua host").
  2. Program Spesial yaitu program yang hadir pada moment tertentu dengan format single DJ dan Recording. Program spesial tidak menghadirkan line interaktif dan tidak live. Dikemas dengan tema berbeda serta hadir sekali sebulan ataupun sekali seminggu. Adapun sistem siaran, bentuk suatu radio yang ditentukan oleh kebijakan dari media itu sendiri.





PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 26 Februari 2020/KPI-A4/jam ke-3/F6

Jumat, 01 Mei 2020

KOMUNIKASI MASA

TEORI KOMUNIKASI MASSA.
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.
Https://SebutnnnyaAyam.blogspot.com


     Komunikasi massa adalah proses di mana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi-organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi massa, media massa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.
Pada umumnya, komunikasi massa memilliki kaitan yang kuat dengan media massa. Secara khusus, komunikasi massa memiliki 10 macam fungsi, sebagai berikut :
  1.     Fungsi informasi
  2.     Fungsi hiburan
  3.     Fungsi persuasi
  4.     Transmisi budaya
  5.     Mendorong integrasi sosial
  6.     Pengawasan
  7.     Korelasi
  8.     Pewarisan sosial
  9.     Melawan kekuasaan represif
  10.     Menggugat hubungan trikotomi

     Littlejohn dan Foss dalam bukunya Encyclopedia of Communication Theory (2009) membagi teori komunikasi massa ke dalam tiga kategori, yaitu teori-teori yang berkaitan dengan budaya dan masyarakat, teori-teori yang berkaitan dengan pengaruh dan persuasi media, dan teori-teori yang berkaitan dengan penggunaan media. Selain teori-teori yang menekankan pada proses dampak media massa dan khalayak massa, beberapa teori komunikasi massa juga menitikberatkan pada isi pesan media serta struktur dan penampilan media massa.
Beriku ini beberapa contoh teori komunikasi massa :
  • Teori Pengaturan Agenda (Agenda Setting Theory).
  • Teori Sistem Ketergantungan Media (Media Systems Dependency Theory atau Dependency Theory).
  • Teori Spiral Keheningan (Spiral of Silence Theory).
  • Teori Kesenjangan Pengetahuan (Knowledge Gap Theory).
  • Teori Imperialisme Budaya (Cultural Imperialism Theory).
  • Teori Studi Kultural Kritis (Critical Cultural Studies Theories).
  • Teori Sosial Kognitif (Social Cognitive Theory).
  • Teori Pengembangan (Cultivation Theory).
  • Teori Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle Theory).

Itulah sedikit pembahasan mengenai teori komunikasi masa. Sekina dan terimakasih 😊.

Sumber :
https://www.academia.edu/5625574/Pengantar_Komunikasi_Massa_Rajawali_Pers_Jakarta_2007.




KOMUNIKASI MASSA.
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin 23 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-1/F1