Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.
![]() |
| https ://rumahliterasisumenep.org.com |
A. Pengertian Dongeng.
Dongeng merupakan bentuk karya sastra lama yang bercerita mengenai sesuatu kejadian yang sanggat luar biasa, dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang dismpaikan secara turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyamapaikan ajaran moral untuk medidikserta menghibur.
Dongeng merupakan bentuk karya sastra lama yang bercerita mengenai sesuatu kejadian yang sanggat luar biasa, dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang dismpaikan secara turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyamapaikan ajaran moral untuk medidikserta menghibur.
B. Dongeng di Radio.
Seorang pendongeng yang ada di radio maupun di media lainnya mampu menyampaikan atau memerankan banyak karakter, serta mengemas sebuah dongeng sehingga dapat menghibur sekaligus menyampaikan sebuah pesan atau sebuah informasi, serta edukasi bagi para penikamatnya. Pada dasarnya dongeng di radio adalah ragam progam yang ada di dalam radio tersebut, seperti contohnya di Radio Rasilima FM.
Seorang pendongeng yang ada di radio maupun di media lainnya mampu menyampaikan atau memerankan banyak karakter, serta mengemas sebuah dongeng sehingga dapat menghibur sekaligus menyampaikan sebuah pesan atau sebuah informasi, serta edukasi bagi para penikamatnya. Pada dasarnya dongeng di radio adalah ragam progam yang ada di dalam radio tersebut, seperti contohnya di Radio Rasilima FM.
C. Contoh Radio Daerah Yang Mempunyai Progam Dongeng.
Radio siaran pada dasarnya sebagai salah satu alat penyampai pesan kepada khalayak dengan jangkauan yang luas untuk dijadikan sebuah pengetahuan dan kemajuan dalam mengikuti perkembangan zaman. Karena pesan yang disampaikan radio bersifat umum, serempak, sasaran pada khalayak secara heterogen dan komunikator melembaga serta proses berlangsung satu arah.
Radio siaran pada dasarnya sebagai salah satu alat penyampai pesan kepada khalayak dengan jangkauan yang luas untuk dijadikan sebuah pengetahuan dan kemajuan dalam mengikuti perkembangan zaman. Karena pesan yang disampaikan radio bersifat umum, serempak, sasaran pada khalayak secara heterogen dan komunikator melembaga serta proses berlangsung satu arah.
1. Memperkenalkan Kaidah Tutur.
Bahasa Lisan Sunda Dan Sastra Sunda Pada PendengarMedia massa salah satunya radio mempunyai peranan sebagai media pelestari kebudayaan salah satunya bahasa daerah. Karena radio berperan sebagai media memelihara, memperluas, dan melancarkan kebudayaan. Dengan adanya program ini Mang Jaya bisa menjelaskan bagaimana cara bertutur yang sesuai dengan kaidah bahasa Sunda, karena kata-kata dalam bahasa Sunda beragam, dan bahkan ketika kita mengucapkan kata yang tujuannya baik, tapi karena tata letak dan bahasanya tidak sesuai dengan kaidah yang ada dalam bahasa Sunda, maka mengartikannya pun akan berbeda.
Seperti pengalaman beliau ketika bertemu dalam sebuah acara dengan salah satu pendengarsetia program acara dongeng Enteng Mang Jaya. Secara tidak langsung adanya program dongeng tersebut mengajarkan pendengar bagaimana tata bahasa Sunda yang benar dan sesuai kaidah bahasa Sunda, karena model penyajian dalam dongeng tersebut berbentuk percakapan. Sehingga pendengar diberikan contoh tata bahasa yang seharusnya mereka ucapkan ketika berkomunikasi yakni menggunakan undak usuk bahasa (tata cara bahasa hormat).
Karena di dalam bahasa Sunda tutur kata Sunda untuk diri sendiri, kepada orang
lain, dan kepada teman sebaya itu berbeda. Sehingga dengan adanya dongeng ini
memberikan penerangan atau penjelasan bagi pendengar program acara dongeng
enteng Mang Jaya.
2. Sebagai Media Pendidikan.
Program acara dongeng enteng Mang Jaya juga berperan sebagai media pendidikan bagi pendengarnya karena dari setiap dongeng yang diceritakan selalu mempunyai amanat atau nasihat yang disampaikan kepada para pendengarnya. Agar pendengar bisa mengambil hikmah dalam isi dongeng yang disampaikan, sehingga di samping sebagai hiburan, dongeng pun bisa dijadikan sebagai media pengetahuan dan pendidikan serta menjadi bahan renungan pendengar mengenai gambaran kehidupan yang kita jalani, sehingga tidak menyalahi aturan agama dan negara. memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pendengar, dalam hal menggunakan hak mereka, untuk mendapatkan hiburan dan informasi berupa penerangan dan pendidikan. Jika dilihat dalam kacamata dakwah bawa pada program dongeng enteng Mang Jaya bisa dijadikan pula sebagai media dakwah, hal tersebut bisa kita dengar dari dongeng yang disampaikan yang mengandung nasihat atau amanat, isi tersebut bisa dikatakan pesan dakwah.
3. Pemilihan Waktu Siaran.
Pemilihan waktu tayang dongeng Enteng Mang Jaya disesuaikan dan diarahkan agar bisa menarik khalayak yang banyak. Maka dalam hal ini programer harus merancang dan menganalisa bagaimana program tersebut bisa didengar oleh semua kalangan.
Penting sekali untuk dijadikan pemikiran oleh penta acara siaran, karena pendengar pada waktu-waktu tertentu, berbeda-beda kebiasaannya dalam kehidupan sehari- hari. Agar dongeng Enteng Mang Jaya ini bisa didengar oleh semua kalangan, maka penempatan waktu dipilih pada sore dan malam hari, pada pukul 15.00 – 16.00 WIB, dinamakan Dongeng Enteng Pasosore dan pada pukul 20.00 – 21.00 WIB, dinamakan Dongeng Enteng Mang Jaya wengi. Program siaran dongeng ini sangat cocok didengarkan saat santai atau waktu istirahat para pendengar setelah seharian melaksanakan aktivitas.
PRODUKSI SIARAN RADIO
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Rabu, 25 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar