Kamis, 23 April 2020

KOMUNIKASI MASSA

MODEL KOMUNIKASI MASSA.
 Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.


Image : Stopsnap.oi

Pengertian Model Komunikasi.

          Model adalah representasi fenomena, baik nyata maupun abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting dari fenomena tersebut. Model komunikasi dimaksudkan untuk mempermudah dalam menjelaskan fenomena komunikasi. Di samping untuk menjelaskan, model komunikasi juga dimaksudkan mereduksi fenomena komunikasi. Ada 6 model dasar komunikasi masa yang akan kami sampaikan dalam video ini yaitu :

  1. Model Aristoteles. Model Aristoteles sering dinamakan model retoris. Model ini dianggap sebagai model komunikasi paling klasik. Menurut Aristoteles, komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Unsur dasar dari proses komunikasi adalah pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener). Aristoteles banyak menelaah proses komunikasi dalam bentuk retorika melalui pidato. Model ini juga dianggap sangat sederhana karena tidak memperhatikan unsur-unsur komunikasi yang lain, termasuk penggunaan sistem non-verbal.
  2. Model S – R Model Stimulius – Respons. Model ini dipengaruhi oleh aliran behavioristik dan menunjukkan komunikasi sebagai suatu proses “aksi – reaksi” yang sangat sederhana. Proses komunikasi yang digambarkan dalam model ini sebagai pertukaran atau pemindahan gagasan, model ini dapat bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek. Setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi berikutnya.
  3. Formula Lasswell. Lasswell menyatakan bahwa cara terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says what in what channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik Lasswell tersebut merupakan unsur-unsur proses komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan/penerima, dan efek.
  4. Model Shannon dan Weaver. Model ini sering juga disebut sebagai model matematis atau model teori informasi. Model ini menyoal problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model matematika komunikasi menggambarkan sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. Dalam percakapan, sumber informasi ini adalah otak, transmitternya adalah mekanisme suara yang menghasilkan sinyal (kata-kata terucapkan), yang ditransmisikan lewat udara (sebagai saluran). Penerima (receiver) yakni mekanisme pendengaran, melakukan operasi yang sebaliknya yang dilakukan trsansmitter dengan mengkonstruksi pesan dari sinyal. Sasaran (destination) adalah (otak) orang yang menjadi tujuan pesan itu.
  5. Model Kultivasi. Teori ini memprediksikan dan menjelaskan formasi dan pembentukan jangka panjang dari persepsi, pemahaman, dan keyakinan mengenai dunia sebagai akibat dari konsumsi pesan-pesan yang disampaikan media massa. Pesan-pesan yang diproduksi secara massal oleh televisi dan kesan-kesan yang ditimbulkan dapat membentuk arus utama dari lingkungan simbolis umum yang dapat mempengaruhi penontonnya. Menurut teori kultivasi, media, khususnya televisi, merupakan sarana utama proses belajar tentang masyarakat dan budaya. Teori kultivasi menjelaskan bahwa televisi dan media massa lainnya, mengkultivasi keyakinan tertentu mengenai kenyataan yang dianggap sebagai sesuatu yang umum oleh audience media massa. Media memenuhi keingintahuan manusia akan hal-hal yang sebetulnya tidak pernah dialami sendiri secara pribadi.
  6. Model Teori Dependensi. Teori dependensi mempelajari kondisi struktur masyarakat yang cenderung mengatur efek media massa. Gagasan utama teori dependensi merujuk pada asumsi bahwa media massa dapat dianggap sebagai sistem informasi yang berperan penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas sosial. 





KOMUNIKASI MASSA
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin, 28 Maret 2020/KPI-A4/Jam ke-1/F1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar