Selasa, 28 April 2020

WAWANCARA DAN REPORTASE TUNDA DI RADIO (Tehnik wawancara dan reportase)

WAWANCARA dan REPORTASE TUNDA di RADIO.
Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.


https://jurnalismuda98.wodpress.com


     Baik untuk kali ini kita akan membahas tentang Wawancara dan reportase tunda di radio, Langsung saja wawancara merupakan bentuk reportase  dengan cara mengumpulkan data berupa pendapat, pandangan, dan pengamatan seseorang tentang suatu peristiwa. Sedangkan  Reportase adalah suatu laporan yang dilakukan oleh reporter atau wartawan mengenai suatu peristiwa yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri (on location). Reportase melaporkan suatu kejadian, tapi baru disiarkan kemudian, dan kalau perlu sesudah disusun kembali (delayed broadcast, after event broadcast) atau disiarkan setelah disunting kembali (re-edit) sekaligus ditambah dengan efek suara (sound effect).

     Sedangkan Reportase Tunda,  atau istilah lain laporan kemudian (tidak lazim dipergunakan, tapi sering disebut  pada saat akan terjun ke lokasi peliputan) juga merupakan salah satu bentuk reportase dan bagian dari pengembangan berita. Unsur-unsurnya adalah penggunaan kalimat bebas, penundaan waktu siaran dengan tetap memerhatikan aktualitas berita, dan hanya melibatkan seorang reporter.
Tahapan membuat Laporan Langsung/Tunda diacara radio :

I.     Persiapan.

II.    Penentuan judul.
   1. Bahan Penunjang.
       a.    Hasil wawancara.
       b.    Pidato/sambutan.
       c.    Penjelasan/keterangan.
       d.    Sound effect.
   2.    Bahan Dokumentasi.
       a.    referensi,brosur,naskah.
       b.    Rekaman suara.

III.   Pelaksanaan.
   1.    Menyusun Naskah.
       a.    Obyek.
              Tulis satu kalimat pendek yang ingin diucapkan. Satu kalimat kurang lebih 15
 perkataan biasanya   menuangkan 1 – 2 ide/gagasan.
       b.    Daya Tarik Perhatian (Ear Catcher/Eye Catcher).
               -  kalimat pertama harus selalu kalimat pendek.
               - kalimat pertama berbentuk pertanyaan yang menarik atau statement yang menentang.
       c.    Pengarahan Satu/dua kalimat yang membantu audience mulai berfikir pada hal-hal yang ada dalam pikiran kita.
       d.    Pesan cerita.
               -   terbesar materi naskah merupakan cerita.
               -  persoalan yang dikemukakan harus jelas.
               -  menarik minat pendengar/penonton.
       e.    Penutup.
               - Kalimat pendek.
               -  Pesan dengan kata terbatas.
               -  Pilih kata-kata yang tidak mudah dilupakan.
               -  Gagasan yang dituangkan adalah yang baik.

    2.    Sistem Piramida terbalik  (Sistem Blok)
    3.    Bahan materi dirangkaikan dalam suatu kalimat, bebas, padat, singkat dan jelas
    4.    Penyesuaian/editing antara materi naskah dengan materi rekaman suara
    5.    Naskah siap dibaca
    6.    waktu seefisien mungkin.

Mungkin hanya itu yang bisa saya masukkan dalam materi wawancara dan reportase tunda di radio, terimakasih 😁🙏





TEHNIK WAWANCARA DAN REPORTASE
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin16 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar