Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.
![]() |
| Https://www.24hdansuneredaction.com |
A. Teknik Wawancara Berita.
Wawancara media cetak adalah tanya jawab antara reporter media cetak dengan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan atau keterangan dari narasumber tersebut.
Wawancara dilakukan guna mendapatkan kejelasan fakta (misalnya dari pihak berwenang) tentang suatu kejadian. Wawancara juga dibutuhkan guna mendapatkan kesaksian dari pihak-pihak yang terlibat dalam suatu peristiwa misalnya saksi mata, korban, pelaku, dan sebagainya. Selain itu, bila diperlukan tanggapan dari pihak yang ahli.
Adapun teknik wawancara bisa dikelompokkan menjadi dua (2) bagian.
- Teknik verbal yang betul-betul memerlukan alat bantu hard ware yang diperlukan.
- Teknik substansial – teknik yang terkait dengan kemampuan jurnalis dari segi ketajaman nuraninya dalam menentukan pilihan tema, tempat dan saat yang tepat bagi berlangsungnya sebuah wawancara. Disini perlu adanya ketajaman analisis sosial.
Itulah pentingnya seorang Wartawan menguasai materi yang hendak diwawancarakannya terhadap narasumber. Hanya dengan cara seperti itu, ia mampu memperoleh informasi banyak dan akurat serta signifikan.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai persiapan wawancara, yaitu:
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai persiapan wawancara, yaitu:
- Melakukan riset sebelum wawancara dilakukan.
- Usahakan menyusun pertanyaan dengan baik.
- Harus ada persiapan jika pertanyaan dijawab tidak sesuai harapan.
- Berani mengambil keputusan.
Tidak semua berita layak untuk dipublikasikan, berikut kriteria layak berita:
Timeliness dan immediacy, Proximity, conflict, Eminence and Prominence, Consequence and Impact, Human interest.
B. Teknik Peliputan Berita.
Dalam pencarian berita, seorang wartawan atau reporter memperoleh bahan baerita melalui liputan atau mencari tahu secara langsung ke lapangan. Menurut AS Haris Sumadiria (2006:94), berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik.
Jadi, meliput berita dapat dilakukan setelah melewati proses perencanaan dalam rapat proyeksi redaksi, misalnya dalam rapat redaksi itu diputuskan untuk memuat kasus pembunuhan melibatkan penjabat negara. Maka wartawan akan melakukan wawancara dengan penjabat yang bersangkutan. Selama wartawan melakukan kegiatan wawancara dengan narasumber, maka kegiatan tersebut dinamakan mencari berita (news hunting).
Terdapat tiga teknik peliputan berita, diantaranya:
- Reportase (pencarian), wartawan mendatangi lokasi peristiwa atau kejadian.
- Wawancara, sebelum melakukan wawancara wawancara dengan narasumber.
- Riset kepustakaan dan kantor berita. Untuk memperdalam isi berita, wartawan dapat mencari kelengkapan berita dari riset kepustakaan dan kantor berita.
Teknik peliputan ini ditentukan setelah adanya rapat proyeksi. Dalam rapat ini, para redaktur akan memberi penugaran kepada wartawan untuk mencari, menggali, dan mendapatkan informasi dari narsumber. Selain itu, tidak ada penugasan (lepas), ini merupakan teknik peliputan dari inisiatif wartawan sendiri dalam mencari, memburu dan mengolah berita.
TEKNIK WAWANCARA DAN REPORTASE
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I.
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin, 09 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-3/F1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar