Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam.
![]() |
| Image : Ilmubahasa.net |
A. Sejarah Perkembangan Komunikasi
Massa Komunikasi massa yang menggunakan media massa telah mengalami sejarah perkembangan yang sangat panjang. Secara singkat, sejarah perkembangan komunikasi massa dapat diuraikan dalam beberapa tahapan, yakni:
- Era penggunaan isyarat dan lambang. Era ini ditandai dengan interaksi manusia yang sangat sederhana. Lambang dan tanda yang digunakan dalam berkomunikasi sangat sederhana, misalnya melalui bunyi atau gerakan-gerakan tertentu. Pada era ini belum ada penggunaan bahasa. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan gerakan tangan, volume suara, dan tanda-tanda lain.
- Era berbicara dan penggunaan bahasa. Era ini berlangsung sekitar 300.000 s.d. 200.000 SM yang merupakan cikal-bakal kemampuan manusia dalam berbicara dan berbahasa. Pada era ini mulai dilakukan ujaran yang masih sangat sederhana.
- Era media tulisan. Era ini berlangsung sekitar 5000 SM. Pada era ini mulai mengenal media tulisan, terutama di Cina, Mesir, Mesopotamia. Sistem komunikasi yang diterapkan masih sederhana. Volume pesan yang dipertukarkan teratur dalam jumlah tertentu. Pengaturan pesan relatif tetap dan dalam jumlah besar. Dalam sistem pengawasan sosial, komunikasi tulisan dimaksudkan untuk mencatat peraturan, pelanggaran peraturan, dan pemberian sanksi.
- Era media cetakan. Mesin cetak diciptakan di Cina pada awal abad ke-15. Pada tahun 1455, terjadi penyempurnaan mesin cetak oleh Guttenberg di Jerman. Hal ini mendorong penemuan berikut, berupa pabrik kertas, mesin pemotong kertas, dll. Dalam perkembangan berikutnya, muncul buku, majalah, telepon, telegrap, radio, surat kabar, televisi, film, internet, VCD, DVD, dst.
B. Fungsi Komunikasi.
Para ahli komunikasi massa telah membuat pemetaan yang beragam mengenai fungsi penting komunikasi massa dalam masyarakat modern. McQuail (1987) membedakan fungsi komunikasi massa bagi masyarakat dan fungsi komunikasi massa untuk individu, yakni:
1. Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat:
• Informasi.
- Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia.
- Menunjukkan hubungan kekuasaan.
- Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan.
• Korelasi.
- Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi.
- Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
- Melakukan sosialisasi.
- Mengkoordinasi beberapa kegiatan.
- Bentuk kesepakatan.
- Menentukan urutan prioritas dan memberikan status relatif.
• Kesinambungan.
- Mengekspresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan khusus (subculture) serta perkembangan budaya baru.
- Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.
• Hiburan.
- Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana relaksasi.
- Meredakan ketegangan sosial.
• Mobilisasi.
- Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan kadang juga dalam bidang agama.
2. Fungsi komunikasi massa bagi individu.
a. Informasi.
- Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.
- Mencari bimbingan berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.
- Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.
- Belajar, pendidikan diri sendiri.
- Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
b. Identitas pribadi.
- Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
- Menemukan model perilaku.
- Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media).
- Tingkatkan pemahaman tentang diri-sendiri.
c. Integrasi dan interaksi sosial.
- Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain; empati sosial.
- Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki.
- Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial. - Memperoleh teman selain dari manusia.
- Bantu menjalankan peran sosial.
- Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungkan sanak keluarga, teman, dan masyarakat.
d. Hiburan.
- Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
- Bersantai.
- Peroleh kenikmatan jiwa dan estetis.
- Mengisi waktu.
- Penyaluran emosi.
- Membangkitkan gairah seks.
Fungsi komunikasi massa menurut Katz, Gurevich, dan Haas:
- Kebutuhan kognitif; memperoleh informasi, pengetahuan, dan pemahaman.
- Kebutuhan afektif; menyangkut emosional, pengalaman menyenangkan, atau estetis.
- Kebutuhan integratif personal; memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri, stabilitas, dan status.
- Kebutuhan integratif sosial. Memperoleh hubungan dengan keluarga, teman, dan sebagainya.
- Kebutuhan pelepasan ketegangan; pelarian dan pengalihan.
Dari sejumlah penjelasan di atas mengenai fungsi komunikasi massa dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Pengawasan lingkungan. Komunikasi massa melalui pesan-pesan yang disampaikan media massa dapat membentuk kesadaran khalayak akan lingkungan sekitarnya. Informasi yang disampaikan media massa melalui saluran pemberitaan menyediakan sejumlah isu dan hal baru yang perlu diketahui oleh khalayak luas.
- Korelasi. Pesan-pesan media massa menghubungkan antara lembaga media massa dan khalayaknya. Informasi yang disebarkan media massa kepada khalayak mengenai berbagai hal terlebih dahulu diinterpretasi dan telah dikonstruksi oleh media.
- Sosialisasi. Kesesuaian informasi yang disampaikan media kepada khalayak, tergantung pada kepercayaan, nilai, dan pengalaman yang dimiliki khalayak.
- Hiburan. Media massa menyediakan pesan-pesan yang bersifat hiburan bagi khalayaknya untuk mengimbangi rutinitas seharihari dalam pekerjaan dan berbagai aktivitas serius.
- Periklanan dan komersial. Melalui iklan yang disampaikan media massa dapat membantu khalayak dalam berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
KOMUNIKASI MASSA
Dosen : Primi rohimi, S.Sos, M.S.I
Penulis : Refo Zunaedi (1840210019)
Senin, 16 Maret 2020/KPI-A4/Jam ke-1/F1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar