Institut Agama Islam Negeri Kudus - Komunikasi Penyiaran Islam
![]() |
| Slideshare.id |
Nah untuk kali ini kita akan membantu tentang Proses Komunikasi Massa. Proses produksi konten media massa berlangsung dalam suatu organisasi formal yang menghabiskan biaya sangat besar dan melibatkan orang banyak. Proses produksi dan reproduksi lembaga media massa memenuhi prinsip pembiayaan dan manajemen modern dalam perusahaan. Meskipun demikian, lembaga media massa memproduksi sesuatu yang khas, yakni berupa kemasan informasi dan hiburan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (khalayak).
Informasi yang diproduksi dan didistribusikan media massa bukanlah cerminan dari realitas yang hendak disampaikannya kepada khalayak. Proses produksi berita sebagai mekanisme yang berlangsung dalam ruang-ruang redaksi media massa mencakup penyeleksian atau penyaringan bahan-bahan informasi tersebut. Dalam prakteknya, proses seleksi redaksi berupa pemberian perhatian atau penonjolan, pengurangan, dan pengabaian isu-isu tertentu. Hal tersebut didasarkan pada berbagai pertimbangan, baik yang berkaitan dengan internal redaksi, maupun menyangkut faktor eksternal seperti kepentingan ekonomi (komersial) dan politik media. Berbagai media massa melaporkan isu-isu yang sama, namun memberi penonjolan dan format pemberitaannya bisa saja berbeda karena kepentingan-kepentingan lembaga media bersangkutan yang berbeda.
Pekerja media seperti wartawan, editor, atau fotografer, menghasilkan konten media yang berpotensi mempengaruhi berbagai sisi kehidupan khalayaknya. Karena itu, para pekerja media perlu menyadari posisi mereka dalam hal relasi antara khalayak dan medianya. Hal ini dimaksudkan agar mereka tetap mempertimbangkan kemaslahatan atau kemanfaatan produk atau karyanya bagi khalayak. Media massa dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang mulia untuk menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmoni dan damai. Para wartawan, penulis lepas di media cetak, dan komentator televisi dan radio dapat menggunakan potensi dan keterampilannya untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan tersebut.
Konten media yang dikonsumsi khalayak merupakan produk yang telah mengalami prosedur penyeleksian. Proses seleksi tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan substansi dan teknis produksi dengan kepentingan lain yang melingkupi media massa. Realitas yang sampai ke khalayak adalah realitas yang telah diseleksi dan ditentukan oleh para pekerja media. Penyajian realitas simbolik secara konstan oleh media, mengacu pada laporan penelitian Lippmann, yang menunjukkan kecenderungan hanya untuk memperjuangkan kepentingan pemilik surat kabar dalam hal ideologi yang diminatinya dan kepentingan bisnis. Gatekeeping redaksi merupakan seperangkat praktek yang kompleks untuk menjustifikasi penempatan isu di halaman depan dan besarnya ruang kolom yang diberikan terhadap isu tertentu. Mekanisme ini memungkinkan munculnya preferensi ideologis dalam menempatkan berita di halaman depan dan bentukbentuk penonjolan lainnya. Dengan demikian, media memainkan perannya dalam menata agenda dari berbagai informasi yang dapat membentuk opini publik atau prasangka sosial (Ritonga dan Iskandar, 2002: 9).
Gatekeeping bukanlah proses yang sederhana. Hasil dari mekanisme inilah yang menerjemahkan berbagai kepentingan yang melingkupi media melalui penyajiannya. Gatekeeping redaksi adalah proses penataan agenda di dalam media. Penataan dilakukan melalui penonjolan isi media oleh redaksi, kekuatan struktur kepemilikan, struktur industri pendukung media, maupun struktur kekuasaan dan sistem politik yang melingkupinya.
Sifat proses produksi isi media yang selalu dipengaruhi aspek ruang (format pemberitaan) dan waktu (mengejar nilai aktualitas), membuat proses seleksi redaksi kerap diwarnai ketergesa-gesaan. Hal ini menimbulkan konsekuensi bagi dimensi teknis dan esensi pemberitaan yang juga akan berkonsekuensi pada nilai obyektivitas berita yang diterima khalayak. Khalayak yang heterogen ini akan menerima pesan melalui media sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan, agama, usia, budaya dan sebagainya. Oleh karena itu, pesan itu akan difilter oleh khalayak yang menerimanya.
Filter utama yang dimiliki oleh khalayak adalah indera yang dipengaruhi oleh tiga kondisi, yaitu:
- Budaya. Pesan yang disampaikan oleh komunikator melalui media massa akan diberi arti yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang budaya khalayak.
- Psikologikal. Pesan yang disampaikan media akan diberi arti sesuai dengan frame of reference dan field of experience khalayak.
- Fisikal. Kondisi fisik seseorang baik internal maupun eksternal akan mempengaruhi khalayak dalam mempersepsi pesan media massa. Kondisi fisik internal, keadaan kesehatan seseorang. Kondisi fisik eksternal, keadaan lingkungan di sekitar komunikan ketika menerima pesan dari media massa.
Istilah gatekeeper mengacu pada proses yang meliputi: (1) Suatu pesan berjalan melalui berbagai pintu, dan (2) Orang atau kelompok yang memungkinkan pesan lewat. Gatekeepers dapat berupa seseorang atau satu kelompok yang dilalui suatu pesan dalam perjalanannya dari sumber kepada penerima. Fungsi utama gatekeeper adalah menyaring pesan yang diterima seseorang. Gatekeeper membatasi pesan yang diterima komunikan. Editor surat kabar, majalah, dan penerbitan juga dapat disebut gatekeepers. Seorang gatekeepers dapat memilih, mengubah, bahkan menolak pesan yang disampaikan kepada penerima.
Keputusan gatekeepers mengenai informasi yang harus dipilih atau ditolak dipengaruhi oleh beberapa variabel. Bittner (1985) mengidentifikasikan variabel-variabel tersebut sebagai berikut:
- Ekonomi. Kebanyakan media massa mencari keuntungan dari memasang iklan, sponsor dan kontributor yang dapat mempengaruhi seleksi berita dan editorial.
- Pembatasan legal. Berkaitan dengan aspek hukum atau peraturan baik yang bersifat lokal maupun nasional yang dapat mempengaruhi seleksi dan penyajian berita.
- Batas waktu. Deadline dapat mempengaruhi apa yang akan disiarkan
- Etika pribadi dan profesionalisme dari seorang gatekeepers.
- Kompetisi. Persaingan di antara media juga berpengaruh terhadap sebuah berita.
- Nilai berita. Intensitas sebuah berita dibandingkan dengan berita lainnya yang tersedia dalam ruang berita, jumlah ruang dan waktu yang diperlukan untuk menyajikan berita hendaknya diseimbangkan.
- Reaksi terhadap feedback tertunda.
KOMUNIKASI MASSA
Primi Rohimi, S.Sos, MSI.
Refo Zunaedi (1840210019)
Senin, 02 Maret 2020/KPI-A4/jam ke-1/F4.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar