Senin, 24 Februari 2020

WORKSHOP FESTKOM ke-2 IAIN KUDUS.

KUDUS - Progam Studi Komunikasi Penyiaran Islam kembali menggelar Workshop Dalam rangka Festival Komunikasi putaran kedua. FESKOM 2 ini diselenggarakan hari Rabu, 20 Februari 2020 di Gedung SBSN Lantai 1 IAIN KUDUS.


Workshop ini menghadirkan pembicara yakni Tomy Ristanto ( Jurnalis dan News anchor NET.) dan Denny Pusung ( Sutradara film " AJARI AKU ISLAM " ).

Dalam pengantarnya, Tomy mengungkapkan bagaimana cara seseorang untuk menjadi PD di depan dan rasa percaya diri tersebut selalu hadir saat kita sedang berbicara sedangkan Denny mengatakan bahwa bagaimana tahapan - tahapan untuk menjadi seorang produser film yang handal.
" Diharapkan adanya workshop ini peserta mampu untuk mengasah kemampuan berbicara dan sekaligus mengenal tahapan bagaimana cara agar dapat menjadi presenter yang profesional " ujar Tomy Ristanto dalam keterangannya, Rabu (20/02/2020).

Acara Workshop terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dari jam 08.45 - 11.30 WIB. Yang di isi oleh Denny Pusung didalam materinya beliau menceritakan kisah hidupnya, Perjalanan hidupnya, tahapan dalam menulis naskah film dan juga bagaimana cara menjadi sutradara film. Denny Pusung dalam workshopnya lebih banyak tanya jawab antara peserta. Awalmula Deny Pusung dalam perkuliahannya tidak mengambil jurusan perfileman melainkan mengambil jurusan teater, akan tetapi beliau mempunyai kenalan dekat aktor film terkenal bahkan Denny Pusung pernahenjadi asisten Didi Petet dalam film si Kabayan.

Sesi kedua yang dimulai dari jam 13.30 - 15.40 WIB. Yaitu selanjutnya di isi oleh Tomy Ristanto beliau memaparkan bagaimana awal mulanya menjadi prsenter, tahapan-tahapannya, dan juga beliau mempraktikkan cara berbicara baik dan benar ketika didepan kamera. Sama halnya dengan Denny Pusung, Tomy juga mengambil jurusan hukum dan juga tidak kepikiran menjadi jurnalis ataupun presenter. Akan tetapi sewaktu Tomy kuliah ada ajang pencarian bakat presenter dan Tomy pun mencobanya akan tetapi dalam percobaan pertamanya gagal. Dan dia ingin memaksimalkan bila ajang tersebut diadakan lagi, setelah kurang lebih satu tahun perlombaan presenter yang diadakan SCTV tersebut ada lagi dan Tomy pun mengikutinya, alhasil Tomy tidak masuk sepuluh besar. Dan prestasi terbesarnya yaitu memimpin debat presiden 2019. Dalam workshopnya Tomy juga mengajak peserta berpartisipasi secara langsung atau maju kedepan untuk mempraktikkannya.

Dalam acara workshop ini tak hanya mahasiswa-mahasiswi IAIN Kudus saja yang hadir, melainkan juga ada peserta dari Universitas Muria Kudus dan siswa-siswi dari MAN 1 Kudus.

Ahmad Setiawan, adalah salah satu peserta yang menyambut antusias acara ini.
" Pelatihan atau Workshop ini sangat berguna bagi saya terutama dalam pembuatan naskah film, berani dengan PD tampil di depan umum, dan kisah inspiratif perjuangan hidup dari kedua tokoh tersebut sangat memotivasi saya untuk lebih giat lagi dalam belajar," ungkap Ahmad.


Penulis : Refo Zunaedi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar